Mitraaspirasi || Kab Bandung - dikutif dari Medan Online Liputan 4 - Ironi pembangunan kembali terasa nyata di perbatasan Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung dengan Desa Cintamulya, Kabupaten Sumedang. Jalan vital yang menghubungkan dua wilayah dan selama lebih dari dua dekade rusak parah tak kunjung disentuh pemerintah, kini justru diperbaiki dengan dana swadaya masyarakat Desa Cintamulya.
Proyek rabat beton sepanjang 130 meter dengan total anggaran Rp160 juta dimulai Sabtu (27/12/2025) sebagai bentuk jeritan warga atas lambannya respon pemerintah Kabupaten Bandung terhadap aspirasi yang telah diajukan sejak tahun 2004. Jalan tersebut bukan sekadar jalur lintasan biasa, melainkan urat nadi ekonomi masyarakat yang menjadi akses utama warga, jalur pangkalan ojek, serta jalan abonemen bagi sejumlah perusahaan di kawasan tersebut.
Dalam wawancara eksklusif di lokasi pengecoran, Kasi Pemerintahan Desa Cintamulya Agus Tomson, yang mewakili Kepala Desa, menyampaikan rasa haru dan bangga kepada warga yang rela merogoh kocek demi kepentingan bersama. "Ini bukan sekadar jalan, tapi jalan hidup masyarakat. Akses ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan bertumpu di sini. Terima kasih kepada warga dan para donatur, khususnya Bapak Ipan, yang memberikan kontribusi besar untuk wilayah Desa Jelegong," ujarnya kepada awak media.
Agus mengungkapkan bahwa Ketua RW 01 Desa Jelegong telah mengajukan perbaikan jalan ini sejak 21 tahun lalu. Kondisi jalan yang selalu becek dan rusak berat bahkan sempat viral di media sosial selama dua tahun terakhir, namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah Kabupaten Bandung. "Kami kembali mengajukan permohonan resmi pada 2024, tapi belum ada realisasi. Mungkin pemerintah sibuk, tapi kami berharap ada yang mau turun langsung melihat penderitaan warga di lapangan," tegasnya.
Untuk menjaga kelancaran aktivitas warga selama pembangunan, panitia swadaya menerapkan sistem pengerjaan "sebelah-sebelah", sehingga jalur tetap bisa dilalui kendaraan roda dua, ojek, serta warga yang beraktivitas antara Dusun Jelegong dan Cintamulya.
Ketua RW 03 Desa Cintamulya H. Didin beserta Ketua RW 02 Elan Ruslan turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan "hamba Allah" yang tergerak membantu. "Tahap pertama ini murni swadaya warga. Tapi kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Bandung mau turun tangan untuk tahap lanjutan, terutama perbaikan drainase dan pengaspalan hotmix agar jalan ini layak dan tahan lama," ungkap H. Didin.
Proyek rabat beton tahap awal ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan. Warga berharap, jalan ini tak lagi menjadi sumber keluhan tahunan, terutama bagi pedagang kecil, orang tua yang mengantar anak sekolah, serta karyawan pabrik yang setiap hari melintas menuju kawasan industri PT Kahatex.
Kini, satu pertanyaan kembali menggema di tengah bunyi mesin molen dan ayunan sekop warga: ke mana pemangku kebijakan Kabupaten Bandung selama ini, saat rakyat harus membangun jalannya sendiri?