Revitalisasi SDN 2 Cianting Utara Telan Anggaran Rp853 Juta, Transparansi dan Kualitas Pembangunan Jadi Perhatian

 


MITRAASPIRASI || KAB PURWAKARTA - Program revitalisasi SDN 2 Cianting Utara, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan pada tahun anggaran 2026. Dengan nilai bantuan sebesar Rp853.661.376 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), program ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas sekolah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik, Jum'at,16 Oktober 2026, 


Anggaran tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, perpustakaan, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Perbaikan fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih representatif bagi kegiatan belajar mengajar.


Namun, keberhasilan program revitalisasi tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi. Kesesuaian pelaksanaan dengan rencana, kualitas hasil pekerjaan, ketepatan penggunaan anggaran, serta manfaat fasilitas bagi siswa juga menjadi aspek penting yang patut diperhatikan.


Hasan Basri Tegaskan Pelaksanaan Harus Sesuai Ketentuan


Hasan Basri, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi di SDN 2 Cianting Utara berjalan sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku.


“Kami akan memastikan pelaksanaan revitalisasi di SDN 2 Cianting Utara berjalan sesuai regulasi karena diawasi langsung oleh panitia dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta,” ujar Hasan Basri sebagaimana tercantum dalam materi pemberitaan.


Pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan berpedoman pada petunjuk teknis program.


Mekanisme tersebut menuntut tanggung jawab dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Karena itu, keterbukaan informasi dan dokumentasi kegiatan menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan.


Komitmen terhadap kepatuhan regulasi juga perlu tercermin dalam kualitas pekerjaan di lapangan. Hasil rehabilitasi diharapkan sesuai dengan kebutuhan sekolah, spesifikasi teknis, serta peruntukan anggaran yang telah ditetapkan.


Komite Sekolah dan Masyarakat Punya Peran Strategis


Ketua Komite SDN 2 Cianting Utara, Tedi Ferdiansyah, turut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan revitalisasi sekolah tersebut.


Keterlibatan komite sekolah diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat. Sebagai mitra satuan pendidikan, komite memiliki peran dalam memberikan pertimbangan, dukungan, serta menjalankan fungsi sesuai tugas dan kewenangannya.


Dalam program yang menggunakan anggaran negara, komunikasi terbuka menjadi salah satu unsur penting untuk membangun kepercayaan publik. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai tujuan pembangunan, perkembangan pekerjaan, serta hasil yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh siswa.


Pengawasan dan partisipasi publik tentu harus dilaksanakan secara proporsional, dengan tetap menghormati kewenangan pihak pelaksana dan instansi terkait.


Orang Tua dan Siswa Menaruh Harapan Besar


Bantuan revitalisasi tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua siswa. Endin, salah seorang orang tua murid, mengungkapkan harapannya agar rehabilitasi sejumlah ruangan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan menunjang proses pembelajaran.


Harapan serupa disampaikan Ajril, siswa kelas 2 SDN 2 Cianting Utara. Ia mengaku senang melihat sekolahnya diperbaiki dan berharap bangunan sekolah menjadi lebih bagus serta nyaman untuk belajar.


Respons tersebut menggambarkan besarnya harapan terhadap peningkatan fasilitas pendidikan. Bagi siswa, ruang kelas yang layak dan fasilitas pendukung yang memadai bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.


Karena itu, hasil revitalisasi diharapkan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya terlihat dari perubahan tampilan bangunan.


Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil yang Berkualitas


Dengan nilai bantuan mencapai Rp853,6 juta, pelaksanaan revitalisasi SDN 2 Cianting Utara menjadi tanggung jawab yang perlu dijalankan secara cermat dan profesional oleh pihak-pihak terkait.


Prinsip transparansi dan akuntabilitas perlu menjadi perhatian sepanjang pelaksanaan program. Kesesuaian antara rencana dan realisasi pekerjaan, mutu material, kualitas pengerjaan, serta penggunaan anggaran sesuai peruntukan merupakan aspek yang penting untuk dipastikan melalui mekanisme pengawasan yang berlaku.


Hal tersebut bukan berarti menyimpulkan adanya penyimpangan, melainkan menegaskan bahwa setiap program yang bersumber dari anggaran negara patut dilaksanakan dengan standar pertanggungjawaban yang jelas.


Masyarakat pun berharap fasilitas yang telah direhabilitasi dapat digunakan secara optimal, dipelihara dengan baik, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta didik.


Revitalisasi Bukan Sekadar Membangun, tetapi Menyiapkan Masa Depan


Revitalisasi SDN 2 Cianting Utara diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat mutu pendidikan di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.


Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh rampungnya pekerjaan fisik, tetapi juga oleh kualitas bangunan, kelayakan fasilitas, ketertiban administrasi, serta manfaat nyata yang diterima siswa dan tenaga pendidik.


Dengan dukungan pihak sekolah, P2SP, komite sekolah, orang tua, dan instansi terkait sesuai kewenangannya, revitalisasi ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih baik.


Sebab, setiap rupiah anggaran pendidikan harus bermuara pada manfaat yang nyata: fasilitas yang layak, proses belajar yang lebih nyaman, dan masa depan generasi muda yang lebih berkualitas.


Pewarta : ( Vera )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama