Sorotaspirasi || Kab Sumedang - Sebuah kejadian memprihatinkan terjadi di wilayah Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Seorang pasien kecelakaan yang kondisinya sudah sangat lemah terpaksa harus diangkut menggunakan sepeda motor dan angkot untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, meskipun unit ambulans tersedia di lokasi Puskesmas Jatinunggal.
Kejadian ini bermula ketika pasien kecelakaan tersebut dibawa ke Puskesmas Jatinunggal dalam kondisi yang sangat memperhatinkan. Berdasarkan keterangan keluarga H, Jajang petugas medis menyarankan agar pasien segera dirujuk ke Rumah Sakit di Sumedang karena kondisi pasien dinilai tidak memungkinkan untuk ditangani di tingkat puskesmas.
Namun, saat keluarga meminta agar pasien diangkut menggunakan ambulans yang terlihat ada sebanyak dua unit di lokasi, namun permintaan tersebut ditolak oleh petugas Puskesmas dan Keluarga diminta untuk menyediakan kendaraan sendiri dan disarankan membawa pasien menggunakan sepeda motor.
"Kami sangat kaget dan prihatin, Padahal jelas-jelas ada mobil ambulans parkir di sana, tapi kata petugas tidak bisa dipakai dan kami harus naik kendaraan sendiri atau motor," ujar Jajang salah satu anggota keluarga pasien, Senin (7/4).
Keluarga sempat memohon dan mendesak agar ambulans digunakan, bahkan bersedia membayar biaya operasionalnya, "Namun, respon yang diberikan dinilai sangat lambat dan kurang memperhatikan kondisi pasien yang semakin kritis, adapun upaya Petugas Puskesmas hanya berjanji akan menghubungi sopir, namun tidak ada tindakan nyata yang dilakukan.
Menunggu lebih dari satu jam tanpa kepastian mengenai ketersediaan kendaraan rujukan, sementara kondisi pasien semakin tidak kuat, keluarga akhirnya terpaksa membawa pasien menggunakan sepeda motor menuju Rumah Sakit Sumedang.
Perjalanan yang menyakitkan itu semakin memprihatinkan ketika sampai di wilayah Wado. Pasien sudah tidak sanggup lagi menahan getaran dan perjalanan menggunakan motor, Keluarga pun berusaha mencari mobil pengganti selama hampir setengah jam, hingga akhirnya mendapatkan angkot, dan perjalanan pun dilanjutkan menggunakan angkot dari Wado menuju Rumah Sakit Sumedang.
Keluarga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan dan pihak terkait. Pasalnya, kondisi pasien yang kritis membutuhkan penanganan dan transportasi yang layak, bukan justru dipersulit padahal fasilitas sudah tersedia.
(Redaksi)